salafy

Pilih Salafy atau Muslim, Mukmin, Muttaqin?

Posted by: salafy on: Mei 7, 2007

Oleh Haryanto
imageAssalamu ‘alaikum wr. wb, Saya ingin meletakkan hal ini secara objektif, agar kita tidak fanatik dan taqlid kepada siapun juga.
Pertama, kalau kita semuanya mau jujur bahwa perintah menjadi SALAFY itu tidak ada yang jelas, semuanya hanya berupa indikasi dan penafsiran yang sifatnya ijtihadiyah (atau maaf seperti dipaksakan).
Contohnya, At-Taubah ayat 100, itu bukan perintah untuk menjadi SALAFY tapi perintah untuk mengikuti Rasulullah dan Sahabat (muhajirin dan anshor). Kalau hal itu perintah menjadi SALAFY tentunya ayatnya akan dinyatakan secara tegas dan jelas semisal “Isyhaduu biannaa muslimuun” (Saksikanlah kami adalah muslim).
Tapi kita kan nggak pernah menemukan perintah “SAKSIKANLAH BAHWA KAMI SALAFY”.
Atau perintah “ITTAQULLAHA HAQQA TUQAATIHI” (Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa). Adakah perintah yang setegas itu untuk untuk bermanhaj SALAFY, misalnya berbunyi “BERTAKWALAH KEPADA ALLAH dan BERMANHAJ SALAFLAH KALIAN”.
Lalu dilanjutkan WA LAA TAMUUTUNNA ILLAA WA ANTUM MUSLIMUUN (perintah ini kan sangat tegas jelas tidak perlu penafsiran lagi yaitu bahwa Allah menyuruh kita menjadi MUSLIM).
Belum lagi banyak sekali akhir ayat yang secara tegas menyatakan WA NAHNU LAHU MUSLIMUN (Dan kami adalah orang-orang Islam).
Adakah dalam Alqur’an yang menyatakan WA NAHNU LAHU SALAFIYUUN….? Atau dalam HADITS. Inilah yang saya maksud sebaiknya kita kembali kepada perintah yang JELAS dan TEGAS.
Kedua, surat Ali Imran ayat 110, ini adalah perintah untuk beramar ma’ruf nahi munkar dan beriman kepada Allah SWT. Bukan perintah untuk bermanhaj SALAF.
Ketiga, berkaitan dengan hadits-hadits yang mengindikasikan SALAF, contohnya “Sebaik-baik manusia adalah kurunku, kemudian setelah mereka, kemudian setelah mereka…
Hadits ini khabar atau perintah. Kalau kabar maka hadits ini adalah pujian kepada generasi terbaik. Hadits ini jelas-jelas berupa kabar. Sebab jika kita kaitkan dengan ayat lainnya maka yang paling mulia adalah yang paling taqwa (INNA AKRAMAKUM ‘INDALLAHI ATQAAKUM). Mereka tidak dibatasi ZAMAN dan WAKTU.
Contohnya IMAM MAHDI meskipun lahir di akhir zaman. Beliau adalah orang yang sangat bertaqwa.
Kalau setiap khabar dijadikan dalil untuk membuat sebuah MANHAJ. Maka kita akan temukan banyak sekali MANHAJ. (Ini tidak masalah, selama hal ini tidak dipaksakan kepada orang lain). Atau dijadikan tanda/simbol merekalah satu-satunya kelompok yang selamat/yang ditolong (FIRQATUN NAJIYAH/THAIFAH MANSHURAH).
Contohnya dalam Alqur’an banyak sekali kita temukan khabar tentang para Nabi dan Rasul. Lalu kemudian kita buat namanya MANHAJ RUSULI (Pengikut 25 Nabi dan Rasul).
Dalam Alqur’an dan hadits banyak kita temukan pujian terhadap SAHABAT, lalu kita buat MANHAJ ASHABI. Atau banyak juga pujian terhadap JIBRIL lalu kita bentuk MANHAJ JIBRILI dst.
Keempat, pernyataan Syaikh Albani Rahimahullah, kenapa kita butuh simbol ini, alasannya karena banyaknya aliran sesat pada zaman ini? (Silahkan baca buku Biografi Syaikh Albani)
Pertanyaannya adalah apakah pada zaman FITNATUL KUBRA (Ali RA VS Muawiyah RA) tidak banyak aliran sesat? Lalu masa-masa setelahnya apakah juga tidak banyak aliran sesat?
Lalu kenapa para IMAM dan SALAFUS SHALIH pada saat itu tidak memproklamirkan MANHAJ SALAFY. Justru yang disepakati adalah AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH (ini menjadi sumber hukum karena IJMA’/kesepakatan). Karena kesepakatan adalah (salah satu) sumber hukum Islam. Sedangkan MANHAJ SALAF belum pernah menjadi IJMA’.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, BAGAIMANA JIKA KEMUDIAN ORANG-ORANG MENGAKU ber-MANHAJ SALAF itu kemudian rusak lagi dan berpecah belah, terbukti saat ini SALAFY telah terbelah menjadi berbagai kelompok ADA SALAFY JIHADI, SALAFY ILMI, SALAFY HARAKI, SALAFY YAMANI, Ada SALAFY-nya SYAIKH ABDUR RAHMAN ABDUL KHALIQ, SALAFY-nya LUQMAN BAABDUH, SALAFY-nya USAMAH, SALAFY SYAIKH SAFAR, SALAFY-nya SYAIKH ALBANI, SALAFY-nya SYAIKH AL QARNI, SALAFY-nya SYAIKh MUQBIL, SALAFY-nya SYAIKH RABI’ Rahimahumullah dll.
Apakah kemudian kita membuat SIMBOL Baru lagi? Misalnya QADIMI?
Sekali lagi mari kita kembali kepada penisbatan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya yaitu menjadi MUSLIM/MUKMIN/MUTTAQIIN.
Mohon maaf, bila ada kata-kata yang kurang berkenan.
Wassalamu ‘alaikum wr. wb.
Oleh Haryanto (PSDM)
hyanto@sucofindo.co.id

(ARTIKEL INI BERASAL DARI SWARAMUSLIM.NET)

12 Tanggapan ke "Pilih Salafy atau Muslim, Mukmin, Muttaqin?"

pilih muslim/mukmin yang salafi (bersandar pada sunnah Rasul) dan sekaligus khalafi (menghadapi tantangan terkini)

Muslim saja sudah cukup. gak perlu embel-embel.

Toh yang namanya Muslim sudah jelas mereka selalu mengikuti Manhaj Salaf. gak perlu Nama Salafi

kami telah menai kalian muslim dari dulu hingga sekarang……….kurang apa lagi…… islam yang mengikuti manhaj salaf ya muslim….

pilih yang muslim, mu’min dan muttaqin dunk…
saya ndak suka pake gelar2 atau embel2 nih… :D

[...] demikian, karena kriteria salafy asli dan atau adab salafy yang baik (menurut yang saya baca pada salah satu AD/ART salafy) yang sabar, [...]

Salam.
Pilih muslim yang hakiki…………

Pilih Salafy atau Muslim, Mukmin, Muttaqin?<<<<<sebuah dagelan neh….

berrati ada Salafy, ada Muslim yang Mukmin, yang Muttaqin. artinya Salafy itu bukan Mukmin, bukan Muslim apalagi Muttaqin. Kesimpulannya Salafy telah keluar dari Islam. Karena ada dua pilihan sebenarnya, Salafy atau Bukan. karena anda sendiri yang mengkategorikan, maka memilih Salafy adalah tolol. pilihan tepat adalah Muslim yang Mukmin yang Muttaqin. Salafy…..?kita buang ke tong sampah..!! karena bukan islam.

TANGGAPAN
Uraian di atas ingin mengatakan bahwa penamaan salafy itu bukanlah penamaan yang paling tepat,bukan ingin menggolongkan salafy di luar Islam. Artinya, penamaan salafy itu nggak diperintahkan juga nggak dilarang. Logika bahwa salafy bukan Islam seperti komentar anda, kami rasa terlalu berlebihan. Setiap orang boleh menamai apa saja terhadap diri dan kelompoknya, itu kita hargai. Ada yang menamai kelompoknya NU, Muhammadiyah, Jama’ah Tabligh, Hizbut Tahrir, Al Irsyad, Ikkhwanul Muslimin, dan lain sebagainya.
Yang jadi masalah adalah ketika masing-masing kelompok mengklaim kelompok lain keluar dari Islam, misalkan dengan perkataan:
“Salafy…..?kita buang ke tong sampah..!! karena bukan islam.” (maaf)
Karena kalimat di atas merupakan salah satu “Kalimat pengkafiran” (Takfir) yang berbahaya.
Mohon maaf jika ada kesalahan….

Sehat : Ah kalau lihat linknya sich ini hanya leluconnya kaum Wahaby yang berkedok Salafy doang yang benci banget ama Syiah dan Sufi…lihat dan klik Manhaj atau akidahnya itu…!

Muhammad Rachmat : Saya bukan Wahaby, bukan salafi bukan pula syiah bukan pula sufi. Setiap yang memberi komentar dengan menyertakan URL nya saya simpan di Link.

Muhammad Rachmat : Dari pada baca lelucon yang gak lucu kayak ginian, lebih baik baca-baca di blog wahabisme.wordpress.com , abusalafy.wordpress.com atau salafyindonesia.wordpress.com dech…

Muhammad Rachmat : Sebelum anda memberitahu saya sudah tau ko. pernah berkunjung. situs-situs itu terlihat seperti TOM dan JERRY. Memang jika bukan seguru seilmu tak akan mengerti

Kami undang anda di http://www.pesantrend.wordpress.com sebagai tamu kehormatan

TANGGAPAN
Mohon maaf jika salah sau komentar antum kami hapus, karena isinya sama dengan yang ini. Trims, blognya sudah kami kunjungi. Mari kita kembangkan budaya dialog… bukan keras-kerasn dan vonis-vonisan sebagaimana yang dilakukan sebagian orang, termasuk yang ngaku salafy selama ini. Mari kita terima kebenaran itu walau datang dari siapa saja… Nuhibbukum Fillah

InsyaAllah, Salafy juga muslim ko!!!

Hanya terlalu berlebihan saja dalam mengejewantahkan manhaj Salaf.

Yo, kita sama-sama memperbaiki diri dan saudara kita.

Salaf Yes, “Salafy” No…
Sekalian mau tanya di sini saja deh, soalnya kalau tanya di blog salafy yang lain, selalu tidak ditampilkan alias gak lulus moderasi. Padahal yang saya tanyakan sederhana saja. Yaitu:

1. Para ulama salafy telah mengeluarkan fatwa tentang perintah penghancuran gereja di negara-negara muslim (mungkin maksudnya Arab Saudi?), ketidakbolehan umara untuk mengizinkan pembangunan rumah ibadah agama selain Islam, dan tidak memperbolehkan ada kaum kafir di negara Islam. Pertanyaan saya, apakah memberikan fasilitas pangkalan militer untuk AS dan sekutunya adalah sebuah pengecualiaan? Saya kira gereja tidak akan dipakai sebagai pangkalan untuk menyerang ummat Islam lainnya, tapi pangkalan militer jelas-jelas fungsinya sebagai titik tolak militer bergerak untuk menyerbu/berperang.

2. Jika orang kafir tidak boleh tinggal di negara Islam, bagaimana hukumnya memiliki hubungan diplomatik dengan negara Barat, seperti Amerika dan sekutunya? Bukankah ketika memiliki hubungan diplomatik, dua buah negara yang bersangkutan akan menempatkan kantor kedutaan?

3. Apakah sistem monarki Arab Saudi bukan hal yang bertentangan dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi SAW dalam hal kepemimpinan? Biasanya, kalau ada yang dianggap tidak berdasarkan sunnah Nabi dan salaf assholih, para ulama salafy tidak ragu-ragu untuk memfatwa bid’ah. Tapi untuk masalah ini, saya belum mendengar ada ulama Salafy yang memfatwa bid’ah.

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya tanyakan, mohon maklumnya karena saya sangat awam mengenai masalah-masalah seperti ini. Terimakasih. Wassalaamu ‘alaikum

TANGGAPAN
Terima kasih, atas kunjungannya pak Ram di blog kami yang sederhana ini.
Apa yang pak Ram tanyakan… sebenarnya juga menjadi pertanyaan bagi kami… dan kami ingin sekali kawan-kawan dari kelompok yang mengaku “PALING SALAFY” atau “PALING NGERTI MANHAJ SALAFUSH SHALIH” buat menjawabnya.
Bukan kita mau “MNEYERANG” atau mau “,MENDEBAT” yakan pak Ram? Tapi bener kok, kami sendiri belum mendapat jawaban atas pertanyaan pertanyaan seperti yang pak Ram tanyakan.
Malah ada lagi nih pertanyaan menggelitik dari seorang sahabat yang bikin saya geleng-geleng kepala… Dia nanya gini:
“Kalo babi itu haram, tentu gulei babi juga haram kan? Nah, kalo pemilu itu haram kenapa hasil pemilu mesti ditaati mentah-mentah?”
Wah, jadi repot kalo gini…. Pak Ram bisa jawab nggak? :)
Oya, pertanyaan lain yang sejenis mungkin bisa pak Ram klik di sini.
Akhirnya terima kasih Pak Ram atas kunjungannya. Kami juga sudah kunjungi blog pak Ram…….

Wa ‘alaikum salam wr.wb

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

SEDANG ONLINE

SALAFY

Sesungguhnya salaf kita adalah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam. Jika kita mengaku salafy, maka ikutilah manhaj beliau! Berpegang teguhlah kepada Al-Qur'an dan As Sunnah dan pahami kedua dasar sebagaimana para shahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in memahaminya. Dengan demikian tidaklah pantas jika ada sekelompok orang yang 'merasa' memiliki otoritas dan wewenang buat men-cap seseorang salafi (pengikut salaf) atau bukan.

KALENDER

Mei 2007
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Katagori

Pengunjung

  • 125,251 hits

PALESTINA

DUKA PALESTINA, DUKA KITA JUGA. PENDERITAAN MEREKA ADALAH KESEDIHAN KITA. MUSUH MEREKA ADALAH MUSUH KITA "BANTU PALESTINA" "SELAMATKAN MUSLIM DI SANA"