Posted by: salafy on: Januari 30, 2008
Mekah (MCH). Aparat kepolisian kota suci Mekah mencatat bahwa kejahatan di wilayah itu semakin meningkat setiap tahunnya beriringan dengan semakin banyaknya pendatang, pengunjung, dan peziarah ke kota suci itu.
Dalam edaran yang dikeluarkan aparat kepolisian Mekah mencatat bahwa hingga akhir tahun 1428 Hijriyah atau akhir tahun 2007, menyebut data 68.317 pelaku kriminal yang berhasil ditangkap, termasuk 966 mobil dan 5.487 motor yang dijadikan barang bukti kejahatan.
Padahal, pada tahun sebelumnya, kepolisian kota suci Mekah berhasil menangkap 56.455 pelaku kejahatan termasuk 577 mobil dan 3.727 motor yang dijadikan barang bukti kejahatan. Demikian seperti dikutip harian Arab News edisi Selasa, 20 Muharram 1429 Hijriyah atau 29 Januari hari ini.
Menurut Mayor Abdul Muhsin Al-Mayman, juru bicara kepolisian Mekah, peningkatan kejahatan itu membuat kepolisian Mekah perlu menambah personil di jalanan. “Kepolisian Mekah berhasil menangkap sejumlah pelaku kejahatan dan hanya sebagian kecil yang tak terungkap termasuk kasus pembunuhan dan pencurian,” katanya.
Diakui, bahwa sebagian besar pelaku kejahatan adalah jemaah illegal atau pendatang haram (overstayed). “Pendatang haram tercatat sebagai pelaku sebagian besar kejahatan,” katanya. Karena itu, sidik jari penduduk dan pendatang yang mulai diberlakukan sejak tahun lalu itu sangat diperlukan untuk segera diefektifkan. “Sebab, bisa saja mereka masuk lagi ke negara ini dengan nama lain dan hal itu hanya bisa dibendung melalui sidik jari yang tak bisa dipalsukan,” katanya. (Musthafa Helmy)
Sumber: informasihaji.com
Yang jelas, Islam tidak mengajarkan kita untuk menggeneralisasi suatu subjek atau objek permasalahan. Ada satu atau seribu kejahatan di sebuah negeri, tidak berarti seluruh individunya sama.
Salam inklusif.
Januari 30, 2008 pada 4:35 am
Ia karena KSA mengadop dakwah wahaby sehingga kriminal semakin meningkat.
Bukti dakwah sudah berkembang adalah meningkatnya keamanan.
Nabi pernah berkata bahwa nanti seorang wanita berjalan dalam perjalanan jauh tidak ada yang mengganggu wanita tersebut.
Cerita jemaah haji yang pulang, menceritakan kebejatan orang Arab, naudzubillah min dzalik, gak perlu saya ceritakan…
TANGGAPAN
Semoga komentar antum bersumber dari kajian yang mendalam…
Bukan membela Saudi… tapi jika dibanding negara lain yang tidak menerapkan syari’at Islam.. (termasuk Indonesia)… Boleh dibandingkan sendiri kualitas dan kuantitas kejahatan yang terjadi… Wallahu A’alam
Jazakallah