Sebagian orang melemparkan tuduhan kepada kami. Uniknya tuduhan-tuduhan itu beraneka ragam, dan lebih unik lagi ketika beberapa tuduhan memiliki hakikat yang bertolak belakang antara satu dengan lainnya.
Diantara tuduhan yang dialamatkan kepada kami adalah sururi. Ya, nama ini begitu populernya di kalangan tukang ghibah dan fitnah. Mereka dengan mudah menyebut seseorang atau sekelompok orang dengan sururi hanya karena tidak sependapat dengan mereka.
Tuduhan lain yang tampaknya juga “terasa nikmat” buat diucapkan oleh para pendengki ini adalah:
Dan gelaran-gelaran lain yang ‘murah meriah’ buat memuaskan hawa nafsu mereka yang menggelora dan senantiasa ingin melahap daging sesama muslim.
Ya, biarlah mereka memuaskan isi perutnya dan menuai badai atas kelancangannya. Karena yang dituduh seperti itu bukan hanya kami, namun juga para ulama besar yang sudah diakui keilmuannya.
Melalui tulisan ini, kami tegaskan bahwa kami bukan sururi, takfiri, quthubi, ahlul ahwa, dan khawarij. Kalo bodoh mungkin ia, karena kami meyakini hanya Allah Subhanahu wa ta’ala saja yang Maha Pintar.
Semoga Allah membukakan mata hati saudara-saudara kita yang saat ini terjebak dalam lumpur kefanatikan, dan taqlid kepada asatidz mereka. Semoga mereka bisa melihat bahwa betapa asatidz mereka tersebut tidak lebih baik dari orang-orang yang mereka perhinakan.
Semoga Allah senantiasa menambahkan pahala bagi kami dan bagi orang-orang yang telah mereka dzalimi. Dan semoga Sang Maha Pemberi Balasan, menggantikan hak kami selaku muslim yang terampas oleh kaum ekstrim, yang berbuat ghuluw atas nama sunnah.
Allahu Musta’an
Pasti yang suka mencela itu SALAFY YAMANI?
TANGGAPAN
Afwan akhiy… sebaiknya kita tak menebak-nebak…
Sebainya tak perlu diperpanjang
Desember 15, 2007 pada 6:18 am
Assalamualaikum akhi,
Bersabarlah atas tuduhan-tuduhan mereka yang tiada harganya sebagaimana Imam Asy Syafii berkata, “Sekiranya datang padamu kutukan terhadapku dari orang yang kurang (akhlaknya dan ilmunya)…Itulah buktinya bahwa aku ini sebenarnya sempurna tiada kekurangan”
Memang itu karakteristik mereka, yaitu sebagaimana syair Arab :
قَوْمٌ إِذَ الشَّرُّ أَبْدَى نَاجِذَيْهِ لَهُمْ طَارُوا إِلَيْهِ زَرَفَاتٍ وَوُحْدَانٍ
Bila kejelekan menampakkan kedua taringnya pada suatu kaum maka mereka akan menyerangnya secara berkelompok dan sendiri-sendiri.
Semoga Allah merahmatimu dan keluargamu, saudaraku.