Ebook : Sekali Lagi, Berlemahlembutlah Wahai Ahlus Sunnah Kepada Ahlus Sunnah

Posted in Adab Muslim, Download, Nashihat on 16 Juli 2011 by salafy

Judul : Sekali Lagi, Berlemahlembutlah Wahai Ahlus Sunnah Kepada Ahlus Sunnah

Penulis : Al-’Allamah al-Muhaddits asy-Syaikh ‘Abdul Myhsin al-’Abbad al-Badr

Judul Asli : و مرة أخرى رفقاً أهل السنة بأهل السنة

Alih Bahasa : Abu Salma Muhammad

Muroja’ah : Al-Ustadz Fakhruddin ‘Abdurrahman, Lc.

(Mudir Ma’had Abu Hurairoh Lombok)

Sekilas Isi Buku :

Berikut ini adalah terjemahan risalah terbaru Syaikh al-‘Allâmah ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad terbaru yang berjudul wa marrotan ukhrô Rifqon Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah (Sekali lagi, Berlemahlembutlah wahai ahlus sunnah kepada ahlus sunnah). Risalah ini adalah bentuk luapan perasaan sekaligus nasehat dari asy-Syaikh terhadap fenomena yang terjadi di barisan ahlus sunnah berupa sikap saling mencela, membelakangi, memboikot, menjatuhkan bahkan sampai menvonis bid’ah dan sesat.

Baca selebihnya »

Hukum Mendengarkan Ghibah, Bertaubat Dari Ghibah Dan Ghibah Yang Dibolehkan

Posted in Adab Muslim, Fiqih Syari'ah, Nashihat on 27 November 2010 by salafy

Oleh: Ustadz Ibnu Abidin As-Soronji

HUKUM MENDENGARKAN GHIBAH

Imam Nawawi berkata di dalam Al-Adzkar: ”Ketahuilah bahwasanya ghibah itu sebagaimana diharamkan bagi orang yang menggibahi, diharamkan juga bagi orang yang mendengarkannya dan menyetujuinya. Maka wajib bagi siapa saja yang mendengar seseorang mulai menggibahi (saudaranya yang lain) untuk melarang orang itu, kalau dia tidak takut kepada mudhorot yang jelas. Dan jika dia takut kepada orang itu, maka wajib baginya untuk mengingkari dengan hatinya dan meninggalkan majelis tempat ghibah tersebut jika hal itu memungkinkan.
Jika dia mampu untuk mengingkari dengan lisannya atau dengan memotong pembicaraan ghibah tadi dengan pembicaraan yang lain, maka wajib baginya untuk melakukannya. Jika dia tidak melakukannya berarti dia telah bermaksiat.
Baca selebihnya »

Fatwa Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad

Posted in Ulama on 20 Desember 2011 by salafy

Berikut ini adalah teks pertanyaan akhuna Abdurrahman Al Umaysan (penuntut ilmu asal Yaman yg studi di Jami’ah Islamiyyah) terhadap Syaikhuna Al Abbad:

قد سألت شيخنا العلامة عبدالمحسن العباد البدر – حفظه الله – ظهر يوم الثلاثاءالموافق 4 من شهر الله المحرم هـ1433 في مسجدهعن الجهاد في دماج وماذا تنصحوننا أن نفعل وكذلك أهل اليمن – إذ إن Baca selebihnya »

Himbauan Syaikh Rabi’ bin Hadi al Madkhali hafizhahullah

Posted in Ulama on 20 Desember 2011 by salafy

Seruan kepada seluruh Ahlu Sunnah untuk menolong para saudara kita di Dammaj

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Segala puji hanya mililk Allah Ta’ala semata, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, para keluarga beliau, para shahabat beliau, dan kepada orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau.

Baca selebihnya »

Jawaban Syaikh Ali Hasan Al-Halabi terhadap pernyataan Syaikh Robi Bin Hadi Al-Madkholi

Posted in Khabar, Nashihat, Ulama on 27 November 2010 by salafy

Al-Qoul Al-Adli Al-Amin fi Mubahatsati As-Syaikh Robi Fi Jalsatihi Ma’a Al-Filasthiniyyin  (Perkataan yang adil dan terpercaya tentang diskusi Syaikh Robi dengan orang-orang Falestina di majlisnya ).

Penulis : Ali Hasan Al-Halabi

Ilustrasi
Ilustrasi.

.. (Aku Tidak akan memusihimu sebagaimana orang lain memusuhimu, antara diriku dan dirimu adalah ilmu) ..

Ini adalah kata-kata terakhir yang saya ucapkan  kepada Syaikh Rabi Bin Hadi – semoga Allah melindunginya – sebelum saya mengucapkan kata salam dan perpisahan – di waktu  terakhir saya bertemu dengannya di rumahnya di Mekah, di pertengahan bulan Ramadan  tahun (1429), dan hal ini adalah sesuatu yang saya sangat menjaganya sampai saat ini – dan saya meminta kepada Alloh untuk membantu saya dalam hal ini.

Baca selebihnya »

Berdoa Dengan Mengangkat Tangan

Posted in Fiqih Syari'ah, Nashihat on 27 November 2010 by salafy

Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih

Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan mulia serta penyebab terkabulnya doa.
Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu dari hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya (meminta-Nya) dikembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa”. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Doa 2/78 No. 1488, Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/68. Musnad Ahmad 5/438. Dishahihkan Al-Albani, Shahih Sunan Abu Daud].
Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa lafazh hayyun berasal dari lafazh haya’ yang bermakna malu. Allah memiliki sifat malu yang sesuai dengan keagungan dzat-Nya kita beriman tanpa menggambarkan sifat tersebut. Lafazh kariim yang berarti Maha Memberi tanpa diminta dan dihitung atau Maha Pemurah lagi Maha Memberi yang tidak pernah habis pemberian-Nya, Dia dzat yang Maha Pemurah secara mutlaq. Lafazh an yarudahuma shifron artinya kosong tanpa ada sesuatu. (Mur’atul Mafatih 7/363).
Baca selebihnya »

Pembelaan Syaikh Ali Hasan terhadap Syaikh Muhammad Hassan

Posted in Khabar, Nashihat, Ulama on 27 November 2010 by salafy
Transkrip Ceramah
Fadhîlatu Asy-Syaikh ‘Ali Hasan al-Halabî
Pertama : Kami telah mengenal Syaikh Muhammad Hassân semenjak 10 tahun yang lalu –ini bukan waktu yang singkat-. Kami telah menasehati beliau sebelum orang lain menasehatinya. Saya telah menasehati Muhammad Hassân pada tahun 2000 sampai-sampai ia menjadi murka kepadaku. Kami ketika itu sedang sarapan dan ia keluar meninggalkan sarapannya dalam keadaan marah. Akan tetapi hal ini tidak menghalangi kami untuk tetap terus menjalin persaudaraan (ukhuwwah) dan memberikan nasehat, dan tetap saling menasehati dan memberikan wasiat di dalam kebenaran dan kesabaran.
Muhammad Hassân 10 tahun yang lalu –baik kita kehendaki maupun tidak- bukanlah Muhammad Hassân yang sekarang ini. Program-program (dakwah) di televisi telah bermunculan dan beliau memiliki andil di dalam menyebarkan aqidah dan dakwah (salafiyah). Beliau memiliki pengaruh yang nyata di seluruh negeri Islam, setidak-tidaknya di dalam memberikan hidayah (bayân wa irsyâd, bukan hidayah taufik, pen) terhadap manusia secara umum.
Baca selebihnya »

IMAN MENCAKUP UCAPAN DAN PERBUATAN, BERTAMBAH DAN BERKURANG

Posted in Aqidah Tuhid on 13 September 2010 by salafy

Termasuk pemahaman Ahlu Hadits adalah meyakini bahwa iman adalah ucapan, perbuatan, dan ma’rifah, bisa berkurang karena kemaksiatan dan bertambah karena ketaatan.

Sufyan bin Uyainah menyatakan: “Iman itu adalah ucapan dan perbuatan, bertambah dan berkurang”, maka saudaranya yang bernama Ibrahim bin Uyainah berkata: “Wahai Abu Muhammad, tadi kamu mengatakan iman bisa berkurang?!” Maka Sufyan bin Uyainah berkata: “Diam kamu ‘anak kecil’ Sungguh iman bisa berkurang hingga tidak tersisa sedikitpun.” Baca selebihnya »

JANGAN MERENDAHKAN KEWIBAWAAN ISTRI DIHADAPAN ANAK

Posted in Keluarga on 12 September 2010 by salafy

Syaikh Musthafa bin Al-Adawi hafizhahullah menjelaskan,

أيها الأب

لا تهن الأم أمام أبنائها و بناتها إذا أردت أن ترشدها إلى شيء فليكن ذلك فيما بينك و بينها كي لا تسقط كرامتها ولا تذهب هيبتها أمام أبنائها فمن ثم لا يطيعوا أمرها في غيابها, و يفشل البيت في غيابها, و فضلا عن ذلك ففي إسرارك بحديثك مع زوجتك و عقابك لها فيما بينك و بينها ستر عليها,

(( و من ستر مسلما ستره الله في الدنيا و الآخرة ))

كما قال النبي صلى الله عليه و سلم1.

قد يخطأ الطفل فيحتاج إلى تأديب فتأتي أمه تأدبه فإذا بالزوج الغافل ينهر الأم أمام طفلها فينعكس أثر ذلك على الطفل فتسقط هيبة الأم فإياك أن تنهر الأم أمام طفلها, و لكن تلطف في الخطاب و أعطها قدرها من الهيبة و الوقار قل لها مثلا _ إذا رأيت أن الولد لا يستحق أن يضرب

Baca selebihnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.