salafy

Diskusi Lanjutan Tentang Demokrasi

Posted by: salafy on: Maret 18, 2009

demokrasiPengantar Admin:

Berikut kami tampilkan tulisan lanjutan dari Ustadz Thohir Bawazir. Beliau adalah pengamat Gerakan Islam yang juga seorang direktur sebuah penerbitan besar di Jakarta.

Sebelumnya kami juga muat tulisan Ustadz Abduh Zulfidar Akaha, Lc. Siapa yang tak kenal beliau, penulis buku produktif yang banyak menghasilkan karya. Sebagian bukunya menjadi menarik perhatian publik karena mengkritisi salah satu gerakan Islam.

<selesai pengantar>

Baca entri selengkapnya »

Mengatasi Masalah dengan Masalah

Posted by: salafy on: Maret 18, 2009

(Mengharamkan Demokrasi Demi Madharat yang Lebih Besar) Oleh: Abduh Zulfidar Akaha

Pemilu sudah di depan mata. Polemik antara yang mengharamkan golput dan mengharamkan demokrasi terus bergulir, bahkan disampaikan dalam khutbah Jum’at yang saya saksikan sendiri. Satu pakem bagi saya yang selama ini tidak mau menyampaikan permasalahan khilafiyah atau polemik umat di khutbah Jum’at, kecuali jika bisa disampaikan secara adil, obyektif, dan proporsional.

Baca entri selengkapnya »

DEMOKRASI; BARANG CURIAN MILIK ISLAM (II)

Posted by: salafy on: Februari 25, 2009

Tulisan ini merupakan lanjutan tulisan kami yang pertama kemarin. Mengingat banyaknya tanggapan dan kritik terhadap artikel pertama, kami merasa perlu memberikan penjelasan tambahan artikelnya (bagian 2) ini.. Mudah-mudahan semakin bisa dipahami dan terdapat titik temu di antara dua pendapat yang berseberangan ini. Saya sangat menghargai pandangan yang lain, asal didasari oleh semangat mencari kebenaran karena kita masih sama-sama belajar. Berbagai kritikan yang masuk diantaranya sebagai berikut : – Tulisan kami tanpa disertai dalil-dalil al-Qur’an dan hadits – Demokrasi mengajarkan kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat – Dalam masyarakat Islam yang berhak memilih hanya orang alim dan soleh – Demokrasi timbul karena kesewenang-wenangan pihak gereja dan kaisar – Kami dianggap mau menukil pendapat kafir dan kurang menghormati sahabat – Demokrasi akan bertolak belakang dengan sistem Islam . – Banyak kitab-kitab karangan ulama yangmengkritik sistem demokrasi. Betul memang kalau kami dalam tulisan pertama kurang dilengkapi dengan dalil al-Qur’an dan Hadits, namun lebih banyak berbicara berdasarkan fakta dan realitas sejarah maupun realitas kekinian . Anggap saja kami berbicara sebatas yang bisa kami pahami. Namun demikian untuk membaca sejarah, kami hanya berdasar tulisan-tulisan ulama Ahlus-Sunnah yang terpecaya, bukan mengambil pendapat-pendapat dari buku-buku Liberal, Orientalis maupun Syiah.. Hanya mungkin kami dianggap berani berbicara hal-hal yang sensitif, yang biasanya dihindari banyak orang. Namun demi kebenaran yang kami yakini, insya Allah hal itu justru penting untuk dibuka sebagai pelajaran dan cermin buat kita bersama.

Baca entri selengkapnya »

Demokrasi: Barang Curian Milik Islam

Posted by: salafy on: Februari 20, 2009

Oleh: Tohir Bawazir

Menghargai perbedaan pendapat adalah salah satu akhlak yang sangat dianjurkan dalam Islam. Selagi perbedaan pendapat itu tidak menyangkut hal-hal yang  substansial dalam aqidah. Jika  menyangkut hal yang sudah qath’i (pasti),  ummat Islam harus sudah bersepakat untuk hal itu. Misalnya soal wajibnya sholat, puasa, zakat, haji dan berbagai hukum yang sudah jelas dan terperinci yang sudah diatur dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, maka tugas kita hanyalah menjalankan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya semampu kita. Di sini ummat Islam tidak diberi ruang untuk menyelisihi apa yang sudah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan, banyak ruang gerak yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya untuk mengatur kehidupannya berdasarkan asas manfaat dan maslahat kehidupan, sepanjang tidak  bertentangan dengan ketentuan Syariat. Kita juga yakin, kemaslahatan kehidupan sudah pasti akan selaras dan sejalan dengan tuntunan syariat Islam. Termasuk dalam kancah wilayah politik untuk memilih pemimpin dan mekanisme kenegaraan.

Dalam sistem pemerintahan seperti yang kita kenal sekarang, terdiri dari berbagai model pemerintahan, ada demokrasi, teokrasi/negara keagamaan, diktator, kerajaan atau bisa pula ada sistem kombinasi dari berbagai sistem. Di Negara Inggris misalnya dikenal sistem kerajaan, namun pada saat yang sama ada sistem demokrasi dimana selain ada raja/ratu sebagai kepala negara secara simbolis, namun pada saat yang sama kekuasaan yang riil justru dipegang oleh perdana menteri yang dihasilkan dalam sistem pemilu secara demokratis. Namun di Saudi Arabia berbeda pula, mereka menggunakan sistem kerajaan mutlak. Raja lah yang sepenuhnya berkuasa membuat merah dan putihnya negara dan rakyat. Walaupun di sana ada dewan ulama yang memberi nasehat kepada raja, namun aspirasi masyarakat bisa dibilang tidak terwakili. Apabila rajanya baik, maka nasib rakyat dan bangsanya ikut kena imbas baiknya, namun jika buruk, maka rakyat akan menanggung keburukannya.  Ada pula yang tampaknya seperti sistem demokrasi, namun hakekatnya diktator.
Statusnya seorang presiden, namun hakekat kekuasaannya dan masa berkuasanya  lebih  mirip model kerajaan. Ini banyak contohnya, terutama banyak dialami oleh negara-negara Dunia Ketiga (Negara-negara Asia, Afrika maupun negara-negara di Amerika Latin), termasuk di Indonesia di era Orde Lama dan Orde Baru. Baca entri selengkapnya »

Kebodohan Yang Tampak Ilmiyah

Posted by: salafy on: Februari 2, 2009

Khalifah Al-Manshur Al-’Abbasi pernah berkeinginan mewajibkan seluruh rakyatnya mempelajari kitab hadits Al-Muwatha’. Tapi apa yang terjadi? Imam Malik bin Anas rahimahullah selaku pengarang kitab tersebut justru menolaknya. Beliau tidak setuju. Alasannya, seratus ribu lebih para sahabat radiyallahu ‘anhum telah berpencar ke seluruh penjuru negeri Islam, menyebarkan ilmu yang mereka terima langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam. Tiap negeri sudah memiliki ulama besar dari kalangan shahabat. Imam Malik meyakini bahwa ilmu beliau belumlah mewakili seluruh sahabat yang terpencar tersebut. Baca entri selengkapnya »

Golput Haram…?

Posted by: salafy on: Januari 30, 2009

Sejak kecil saya selalu bercita-cita menjadi golput (Golongan Putih). Ketika itu dalam benak saya yang namanya golongan putih itu adalah orang-orang baik. Lawannya golo ngan hitam, yaitu orang-orang jahat, para dukun, pemuja setan dan lain sebaginya yang mewakili dunia gelap. Maklum, saat saya kecil sering mendengarkan sandiwara radio seperti “Nogo Sosro – sabuk Intan”. Atau yang ada hubungannya dengan ilmu hitam dan ilmu putih, adalah sandiwara Nini Pelet dan yang sejenisnya. Pokoknya menurut saya, golongan hitam itu penjahat dan golongan putih itu orang baik. Baca entri selengkapnya »

Mendukung Fatwa Golput MUI

Posted by: salafy on: Januari 30, 2009

Fatwa Golput MUI

Oleh: Tohir Bawazir


“Wajib bagi bangsa Indonesia untuk memilih pemimpin. Kalau yang dipilih ada namun tidak dipilih, menjadi haram”. Demikian bunyi Fatwa yang disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Ali Mustafa Ya’qub menjelaskan hasil Ijtima’ Ulama Fatwa III MUI di kabupaten Padang Panjang Sumatra Barat, ahad 25 Januari 2009.

Alhamdulillah baru-baru ini MUI (Majelis Ulama Indonesia) mengeluarkan banyak fatwa diantaranya soal rokok dan soal Golput (golongan putih, alias tidak mencoblos di Pemilu). Banyak yang tidak setuju dengan Fatwa MUI ini, ada yang mengatakan fatwa bancilah, prinsipnya sih tidak setuju. Kalau saya sih setuju dengan Fatwa larangan golput ini, walaupun begitu kita harus menghargai pendapat yang tidak setuju dengan fatwa ini. Bagaimana pun juga fatwa adalah pandangan hukum menurut kacamata para ulama yang duduk di MUI, bagi yang tidak mematuhinya tidak akan dipaksa karena tidak ada Undang-undang yang memaksa masyarakat harus mengikuti seruan MUI. Namun demikian menurut KH Ali Mustafa Ya’qub, ada kewajiban moral untuk mengikuti seruan fatwa ini, “Orang yang tidak ikut Pemilu itu berdosa menurut hukum Islam”. Baca entri selengkapnya »

Menggugat ‘Fatwa Haram Golput’ MUI

Posted by: salafy on: Januari 30, 2009

Pengantar

Sore kemarin, 26 Januari 2007, TVOne memberitakan keluarnya fatwa haram MUI tentang MEROKOK dan GOLPUT. Fatwa ini dirumuskan setelah MUI melakukan sidang ijtima’ (kolektif) di Padang Panjang, Sumatera Barat. Tampil sebagai juru bicara MUI dengan TVOne adalah Prof.Dr. Ali Musthfa Ya’qub. Selain sebagai Ketua MUI, beliau dikenal sebagai salah satu ahli hadits di Indonesia. Profesor Ali menjelaskan, bahwa sidang MUI kali ini diikuti oleh 700 ahli-ahli Islam, ia dianggap representasi pandangan alim-ulama Indonesia saat ini. Baca entri selengkapnya »

Kebenaran yang Hilang: Menghilangkan Kebenaran? (2)

Posted by: salafy on: Januari 30, 2009

Oleh : Abduh Zulfidar Akaha

Sebagian Sahabat Hendak Memberontak Utsman

Kesesatan dan kengawuran serta pengaburan fakta (al-haqiqah) yang dilakukan Fouda semakin menjadi-jadi. Kali ini Fouda hendak meracuni pembaca, seolah-olah Khalifah Utsman bin Affan sudah sangat melenceng dari Islam dan jauh dari kebenaran, sehingga mesti diberontak dengan senjata. Tak tanggung-tanggung, Fouda menyebutkan bahwa di antara yang hendak memberontak adalah sebagian sahabat senior sekaliber Abdurrahman bin Auf dan Thalhah bin Ubaidillah.

Fouda berkata, “… Anda akan berbenturan dengan ungkapan-ungkapan dan tindakan-tindakan para sahabat terkemuka lainnya. Apalagi sebagian dari mereka secara terang-terangan telah menyeru angkat senjata dan membelot dari kesetiaan terhadap pemerintahan Usman. Kepada Ali, Abdur Rahman bin Auf berkata, misalnya menyerukan: ‘Kalau engkau mau, silakan engkau angkat senjata. Aku pun akan angkat senjata. Ia (Usman) telah mengambil kembali apa yang telah ia berikan kepadaku.’ Baca entri selengkapnya »

SEDANG ONLINE

SALAFY

Sesungguhnya salaf kita adalah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam. Jika kita mengaku salafy, maka ikutilah manhaj beliau! Berpegang teguhlah kepada Al-Qur'an dan As Sunnah dan pahami kedua dasar sebagaimana para shahabat, tabi'in dan tabiut tabi'in memahaminya. Dengan demikian tidaklah pantas jika ada sekelompok orang yang 'merasa' memiliki otoritas dan wewenang buat men-cap seseorang salafi (pengikut salaf) atau bukan.

KALENDER

Juli 2009
S S R K J S M
« Mar    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Katagori

Pengunjung

  • 112,770 hits

PALESTINA

DUKA PALESTINA, DUKA KITA JUGA. PENDERITAAN MEREKA ADALAH KESEDIHAN KITA. MUSUH MEREKA ADALAH MUSUH KITA "BANTU PALESTINA" "SELAMATKAN MUSLIM DI SANA"