Judul : Sekali Lagi, Berlemahlembutlah Wahai Ahlus Sunnah Kepada Ahlus Sunnah
Penulis : Al-’Allamah al-Muhaddits asy-Syaikh ‘Abdul Myhsin al-’Abbad al-Badr
Judul Asli : و مرة أخرى رفقاً أهل السنة بأهل السنة
Alih Bahasa : Abu Salma Muhammad
Muroja’ah : Al-Ustadz Fakhruddin ‘Abdurrahman, Lc.
(Mudir Ma’had Abu Hurairoh Lombok)
Sekilas Isi Buku :
Berikut ini adalah terjemahan risalah terbaru Syaikh al-‘Allâmah ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad terbaru yang berjudul wa marrotan ukhrô Rifqon Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah (Sekali lagi, Berlemahlembutlah wahai ahlus sunnah kepada ahlus sunnah). Risalah ini adalah bentuk luapan perasaan sekaligus nasehat dari asy-Syaikh terhadap fenomena yang terjadi di barisan ahlus sunnah berupa sikap saling mencela, membelakangi, memboikot, menjatuhkan bahkan sampai menvonis bid’ah dan sesat.
HUKUM MENDENGARKAN GHIBAH
“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian dia mengutus prajurit-prajuritnya. Utusan yang terdekat kedudukannya kepada Iblis adalah yang paling hebat menimbulkan fitnah (di antara manusia). Salah satu dari prajurit itu datang kepada Iblis dan berkata, ‘Saya telah melakukan ini dan ini.’ Iblis berkata, ‘Engkau belum melakukan apa pun.’ Kemudian datang yang lain dan berkata, ‘Sungguh aku tidak meninggalkannya sampai aku berhasil memisahkannya dari istrinya.’ Maka Iblis pun mendekatkan prajurit tersebut kepadanya dan berkata, ‘Kamu hebat.’.” (HR. Muslim no. 2813)
Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan mulia serta penyebab terkabulnya doa.
