Judul : Sekali Lagi, Berlemahlembutlah Wahai Ahlus Sunnah Kepada Ahlus Sunnah
Penulis : Al-’Allamah al-Muhaddits asy-Syaikh ‘Abdul Myhsin al-’Abbad al-Badr
Judul Asli : و مرة أخرى رفقاً أهل السنة بأهل السنة
Alih Bahasa : Abu Salma Muhammad
Muroja’ah : Al-Ustadz Fakhruddin ‘Abdurrahman, Lc.
(Mudir Ma’had Abu Hurairoh Lombok)
Sekilas Isi Buku :
Berikut ini adalah terjemahan risalah terbaru Syaikh al-‘Allâmah ‘Abdul Muhsin al-‘Abbad terbaru yang berjudul wa marrotan ukhrô Rifqon Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah (Sekali lagi, Berlemahlembutlah wahai ahlus sunnah kepada ahlus sunnah). Risalah ini adalah bentuk luapan perasaan sekaligus nasehat dari asy-Syaikh terhadap fenomena yang terjadi di barisan ahlus sunnah berupa sikap saling mencela, membelakangi, memboikot, menjatuhkan bahkan sampai menvonis bid’ah dan sesat.
HUKUM MENDENGARKAN GHIBAH
Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan mulia serta penyebab terkabulnya doa.
Termasuk pemahaman Ahlu Hadits adalah meyakini bahwa iman adalah ucapan, perbuatan, dan ma’rifah, bisa berkurang karena kemaksiatan dan bertambah karena ketaatan.
Syaikh Musthafa bin Al-Adawi hafizhahullah menjelaskan,
